Daerah

Ajak Semua Pihak Terlibat, Pertemuan Forum Bakohumas NTT Bahas Masalah Sampah

TEROPONGNTT, KUPANG — Biro Humas dan Protokol Provinsi NTT menggelar Diskusi Forum Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Hotel Ima Kupang, Selasa (26/3/2019). Diskusi Bakohumas kali ini membahas tentang masalah penanganan masalah sampah.

Tampil sebagai narasumber dalam Diskusi Forum Bakohumas perdana tahun 2019 ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT, Ir.Ferdi Jefta Kapitan,M.Si bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Yeri Padji Kana,S.Sos,MM. Keduanya memaparkan peran pemerintah dalam penanganan sampah.

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT, Ir.Ferdi Jefta Kapitan,M.Si mengatakan, secara administratif, NTT telah memiliki Peraturan Gubernur NTT nomor 55 Tahun 2018 tentang kebijakan strategis pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Ketentuan ini menjadi pedoman bagi kabupaten/kota untuk menyusun Perda sampah, kebijakan strategis dan ketentuan pegelolaan sampah.

Dikatakan Ferdi Jefta Kapitan, setiap orang menghasilkan setidaknya 0,4 kilogram sampah setiap harinya. Jika jumlah penduduk NTT sebanyak 5.271.550 orang maka terdapat 2.108,62 ton potensi timbunan sampah setiap harinya. Komitmen pemerintah Provinsi NTT adalah mengejar target nasional pengurangan sampah 30% dan 70 % penangan sampah pada tahun 2025.

“Untuk menciptakan kantor ramah lingkungan baik di lingkup kantor pemerintah, BUMN, BUMD dan swasta juga telah ditetapkan Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2018 tentang Eco Office. Kami juga sudah mengusulkan pembangunan UPT Pengelolaan Sampah dan limbah B3 pada tiga kawasan yaitu Timor, Flores dan Sumba” kata Ferdi Jefta Kapitan.

Dengan model pengelolaan sampah berbasis masyarakat, kata Ferdi Jefta Kapitan, Program CSR bersama Pertamina Tahun 2018 telah menetapkan lokasi TDM 4 sebagai daerah percontohan (pilot project). Untuk Tahun 2019, melalui ABD Provinsi NTT direncanakan untuk kembali dibangun pilot project pengelolaan sampah di Kelurahan Nefonaek, Kota Kupang.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Yeri Padji Kana,S.Sos,MM menggugah para peserta akan pentingnya usaha penanganan sampah secara bersama-sama.

“Sampah tidak pernah beristirahat. Dengan jumlah penduduk Kota Kupang saat ini, setiap harinya kita memproduksi lebih dari 226 ribu ton sampah,” kata Yeri Padji Kana.

Yeri Padji Kana berharap, masyarakat bisa memanfaatkan waktu yang tepat untuk membuang sampah. Jam 5 pagi dan jam 6 sore. Sering terjadi penimbulan (penumpukan) sampah di luar jam, sehingga seolah-olah tidak diangkut.

Kepala Bagian Pelayanan Masyarakat Biro Humas dan Protokol NTT, Dra.Elisabeth Lenggu,M.Si selaku moderator menyimpulkan pentingnya tanggung- jawab dan sinergi mengatasi masalah sampah. Harapannya agar dapat segera terhapus predikat sebagai kota terkotor, menjadi kota bersih bahkan terbersih di Indonesia.

(*/Siaran Pers Biro Humas dan Prortokol NTT)

 

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top