Daerah

Tingkatkan Talenta Bernyanyi dan Lestarikan Budaya NTT, GMIT Kanaan Besmarak Gelar Lomba

TEROPONGNTT, KUPANG – Dalam rangka penutupan Bulan Keluarga, menyambut HUT GMIT ke-71 dan Reformasi ke-501, Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Kanaan Besmarak, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang menggelar lomba solo dan fashion show di Ruang Kebaktian GMIT Kanaan Besmarak, Senin (29/10/2018) malam.

Lomba solo remaja terdiri dari dua kategori, yakni usia 6-10 tahun diikuti 8 orang dan usia 11-16 tahun diikuti 6 orang. Sementara fashion show diikuti 8 pasangan, masing-masing PAR tiga pasangan, remaja tiga pasangan dan dewasa dua pasangan.

Kedua lomba tersebut bertujuan untuk meningkatkan talenta bernyanyi para remaja maupun pemuda dalam memuji Tuhan, serta meningkatkan semangat dalam menjaga dan melestarikan budaya NTT, khsusnya dari sisi kostum adat.

Ketua Majelis Jemaat GMIT Kanaan Besmarak, Pdt. John Harol David Nakmofa, S.Th saat membuka kegiatan tersebut, sangat mengapresiasi dan bersykur atas terselenggaranya kedua lomba tersebut. Lomba solo, menurutnya, tidak saja menyanyikan lagu, lalu mencari juara. Namun, lebih dari itu nama Tuhan dipuji dan dipermuliakan. Menurutnya, pujian yang disampaikan hendaknya sungguh-sungguh dinyanyikan dengan ekspresi dan penjiwaan yang tepat sehingga mampu membawa makna bagi kemuliaan nama Tuhan dan bisa menjadi berkat bagi diri sendiri dan bagi para jemaat yang datang menonton.

Menurutnya, anak-anak NTT memiliki talenta bernyanyi dan bermusik yang luar biasa. Namun, ada beberapa kriteria penilaian yang harus diperbaiki dalam perlombaan, yaitu soal ekspresi dan penjiwaan lagu. “Anak-anak NTT itu punya talenta bernyanyi, buktinya dalam beberapa ajaang nasonal, mereka mampu keluar sebagai juara. Namun, yang perlu diperhatikan adalah ekspresi dan penjiwaan,” tandasnya.

Terkait dengan fashion show, Pdt. John mengegaskan, perlu agar Jemaat dapat menjaga budaya asli NTT, khsusnya budaya Timor. Budaya tersebut, diantaranya dari segi kostum adat. “Saya melihat ada orang NTT, khususnya Timor memakai Destar (Mahkota) di Kepala, tetapi itu sudah bukan Destar Timor, tetapi milik daerah lain seperti dari Jawa dan lain lain. Itu kalau muat di Facebook misalnya, jangankan saya beri komentar, like pun sama sekali saya tidak lakukan,” tegasnya.

Ia mengisahkan, dalam beberapa kesempatan, dirinya selalu mengajak beberapa rekan yang memiliki semangat yang sama untuk mencari tahu budaya Timor, khususnya dari aspek busana. Ia mengajak jemaat, khsusnya para pemuda agar mencintai budaya sendiri, ketimbang budaya luar. “Budaya kita ini malah sudah dicintai orang luar. Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan selalu menggunakan kostum adat NTT, tetapi kita sendiri tidak mencitai kostum adat kita,” ungkapnya.

Sementara salah satu dewan Juri, Refael Molina menyampaikan apresiasinya terhadap kedua lomba tersebut. Menurut Refael, lomba-lomba tersebut perlu dilaksanakan agar bisa memotivasi remaja dan pemuda agar terus memberi diri dalam memuji Tuhan dan menjaga kebudayaan NTT.
Remaja dan pemuda dari Gereja yang memiliki bakat dan talenta, menurutnya, perlu didukung agar kelak mereka bisa mendatangkan berkat bagi diri sendiri maupun bagi sesama.

“Bagi saya ajang ini tidak hanya mencari juara semata, esensinya adalah bagaimana meningkatkan kualitas talenta dalam bernyanyi yang dimiliki para remaja di GMIT besmarak untuk terus memuji Tuhan,” katanya ketika ditemui di Oesapa, Kupang.

Tak hanya itu, Refael juga mengingatkan agar budaya NTT harus dijaga oleh masyarakat NTT, dan itu dimulai dari lingkungan jemaat. “Mari mencintai budaya, khsusnya dari sisi busana adat kita, kalau bukan kita yang menjaga, lalu siapa lagi, dan kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tandasnya.

Ia juga mengapresiasi para panitia yang telah bekerja keras dalam kegiatan tersebut. Dewan juri yang turut menilai lomba tersebut adalah Marthen Tonunglalang yang biasa disapa Finder dan Sius. Pada kesempatan tersebut masing-masing juara lomba solo maupun fashion show langsung diumumkan dewan juri, dan hadiahnya akan diberikan pada tanggal 31 bertepatan dengan HUT Reformasi.

Untuk diketahui, para Jemaat memadati Gedung Kebaktian GMIT Kanaan Besmarak untuk memeriahkan acara tersebut. (rfl)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top