Daerah

Taman Bacaan Pelangi Resmikan 10 Perpustakaan Baru di Ende Flores

TEROPONGNTT, ENDE — Taman Bacaan (TB) Pelangi tetap dengan komitmennya dalam mengembangkan kebiasaan membaca anak-anak di Indonesia Timur melalui program pendirian perpustakaan ramah anak. Kini, Taman Bacaan Pelangi mendirikan 10 perpustakaan baru di wilayah Kabupaten Ende.

Hal ini disampaikan Nilla Tanzil, selaku Founder Bacaan Pelangi saat meresmikan 10 Perpustakaan Taman Bacaan (TB) Pelangi di Kabupaten Ende. Peresmian dilakukan sejak 1 Oktober 2019 hingga 8 Oktober 2019.

“Ke-10 perpustakaan baru TB Pelangi yang menerapkan program digital ini berada di SDI Woloara, SDK Koanara, SDN Wolowaru 3, SDI Ende 10, SDK Wolotolo, SDK Marsudirini, SDK Paupire, SDI Puukungu, SDK Welamosa, SDI Welamosa,” kata Nilla Tanzil.

Dengan diresmikan10 perpustakaan ini, maka total perpusatakaan yang didirikan Taman Bacaan Pelangi di 18 pulau di wilayah Indonesia Timur, mulai dari Lombok hingga Papua, sudah sebanyak 128 perpustakaan ramah anak.

Nilla Tanzil mengatakan, setiap perpustakaan dilengkapi dengan tablet, proyektor, furnitur, serta 1.250 buku cerita anak. Tablet terhubung dengan sebuah platform yang berisi buku-buku cerita anak digital yang bisa dibaca oleh anak-anak. Ada juga berbagai video edukatif yang mengajarkan teknik-teknik membacakan buku cerita yang berguna bagi para guru maupun orangtua murid. Sepuluh perpustakaan baru ini bekerjasama dengan Room to Read dan Google.org.

“TB Pelangi berterima kasih atas kerjasama yang terjalin dengan Room to Read dan Google.org ini. Adanya sentuhan teknologi di dalam perpustakaan-perpustakaan ini merupakan pendekatan baru yang kami lakukan dan tentunya memberikan warna baru bagi perpustakaan kami. TB Pelangi berharap, dengan adanya elemen teknologi di dalam perpustakaan-perpustakaan ini dapat meningkatkan minat baca anak-anak,” kata Founder Taman Bacaan Pelangi, Nila Tanzil.

Dijelaskan Nila Tanzil, semua kepala sekolah, guru dan pustakawan telah diberikan pelatihan mengenai sistem manajemen perpustakaan, berbagai program literasi yang mampu menumbuhkan minat baca anak, serta cara penggunaan tablet untuk kegiatan membaca. Setiap sekolah juga diwajibkan merekrut pustakawan khusus serta mengalokasikan mata pelajaran khusus untuk ke perpustakaan, yang dinamakan “Jam Kunjung Perpustakaan” selama satu jam perkelas perminggu.

Setelah perpustakaan diresmikan, Nila Tanzil mengatakan, team TB Pelangi akan melakukan kunjungan pendampingan setiap bulannya ke sekolah-sekolah. Diharapkan, dengan adanya sentuhan baru, yaitu teknologi, maka akan berimbas pada jumlah peminjaman buku anak-anak.

“Minat baca anak-anak dapat diukur dari jumlah peminjaman buku. Kami harap jumlahnya meningkat setiap bulannya, “ujarnya.

Nila Tanzil menambahkan, peran guru dan orangtua sangat penting di dalam menumbuhkan minat baca anak. Guru dan orangtua diharapkan mampu mendorong anak-anak agar mereka jadi suka membaca.

“Kami tidak dapat bekerja sendirian. TB Pelangi memberikan fasilitas serta pembekalan untuk guru, dan kami harap para guru menerapkan program yang telah kami ajarkan, dan orangtua juga berperan aktif mendorong anak-anak mereka untuk membaca serta turut membacakan buku di rumah,” katanya.

(Rian Laka)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top