Daerah

Ruas Jalan Pu’ukungu – Orekoze Kembali Rusak, FORMAPEN Desak Penegak Hukum

TEROPONGNTT, ENDE — Setiap tahun pemerintah Kabupaten Ende mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk pekerjaan ruas jalan jurusan Pu’ukungu-Orekose yang menghubungkan wilayah Kecamatan Nangapanda dan Kecamatan Maukaro. Dengan tujuan, membuka jalur isolasi bagi pertumbuhan ekonomi dan akses transportasi masyarakat setempat.

Meskipun pemerintah sudah berupaya sedemikian rupa, namun saat ini kondisi jalan tersebut kembali rusak dan berlubang. Diduga kuat, rekanan atau kontraktor bekerja tidak sesuai perencanaan yang ada.

Sesuai pantauan media ini, kondisi badan jalan di beberapa titik, aspalnya sudah pecah dan bergelombang dan juga ada yang sudah di tambal.

Menyikapi hal tersebut, Ketua Forum Masyarakat Peduli Nangapanda (Formapen), Ardianus M Nulangi angkat bicara terkait kondisi jalan yang baru dikerjakan tapi sudah kembali rusak tersebut.

Ardianus M.Nulangi mengatakan, sudah beberapa tahun terakhir, pemerintah Kabupaten Ende mengalokasikan anggaran APBD II Kabupaten Ende untuk mengerjakan ruas jalan tersebut demi kebutuhan masyarakat di dua kecamatan, terutama ada 5 desa yang menjadi sasaran yakni Desa Tiwerea, Desa Tendarea, Desa Nggobhenga, Desa Tendambepa dan Desa Malawaru.

“Kami sebagai putra daerah ini, sangat kecewa dengan rekanan, karena baru satu dua tahun jalan sudah rusak. Kami menduga, ini kerja tidak benar. Kami minta penegak hukum untuk bertindak,” kata Ardianus M.Nulangi kepada wartawan Teropongntt.com di Nangapanda, Jumaat ( 12/7/2019).

Salah seorang tokoh masyarakat Nangapanda, Arsen Pema juga mengungkapkan kekecewaanya. Pasalnya, sudah puluhan tahun mereka menanti jalan yang bagus namun setelah dikerjakan belum lama dinikmati oleh masyarakat sudah rusak.

“Kecewa pak. Kami selama ini susah pak. Sejak dulu. Sekarang sudah ada jalan hotmix namun ada sebagian yang sudah pecah,” kata Arsen Pema

Informasi yang dihimpun di lokasi, menunjukan sudah 3 tahun terakhir pemerintah Kabupaten Ende mengalokasikan anggaran melalu APBD II secara berturut–turut, yang dikerjakan oleh PT SAK dengan anggaran mencapai puluhan miliar rupiah.

(Djolan Rinda)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top