Daerah

PT GIN Diminta Serius Mengikuti Persidangan di PTUN Kupang

TEROPONGNTT, KUPANG – Tim Kuasa Hukum PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS), K.P. Henry Indraguna, C.L.A., C.L.L dan rekan, meminta pihak tergugat Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Kupang dan tergugat intervensi PT Garam Indo Nasional (GIN) serius dalam mengikuti persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang, terutama dalam menghadirkan para saksi.

Hal ini dikatakan Tim Kuasa Hukum PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS), K.P. Henry Indraguna, C.L.A., C.L.L dan rekan, kepada para wartawan usai menghadiri sidang di PTUN Kupang, Selasa (12/2/2019).

Menurut Henry Indraguna, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Kupang dan PT Garam Indo Nasional (GIN) adalah tergugat dan tergugat intervensi yang menyatakan akan menghadirkan tiga saksi untuk memberi keterangan dalam persidangan. Tetapi faktanya, ketiga saksi tersebut tidak hadir dalam sidang PTUN Kupang yang digelar, Selasa (12/2/2019).

PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS)  menggugat Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Kupang dan dan PT Garam Indo Nasional (GIN) sebagai tergugat intervensi di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang, terkait penerbitan Ijin Usaha Industri Menengah yang dikeluarkan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Kupang bagi PT Garam Indo Nasional (GIN) untuk melakukan kegiatan usaha industri garam diatas lahan Hak Guna Usaha (HGU) no.6/1992 seluas 3,720 Ha yang dimiliki PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Mariana I Junias, SH, M.Hum dengan didampingi dua hakim anggota yakni, Simson Seran,S.H, MH dan Prasetyo Wibowo, S.H, MH.  Sidang dihadiri Tim Kuasa Hukum PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS), K.P. Henry Indraguna, C.L.A., C.L.L dan rekan sebagai penggugat serta dihadiri Filmon Awang, SH dari Bagian Hukum Setda Kabupaten Kupang selaku Kuasa Hukum Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Kupang, dan Mulyadi, SH selaku Kuasa Hukum Tergugat Tntervensi PT Garam Indo Nasional (GIN).

Agenda sidang kali ini adalah pihak tergugat dan tergugat intervensi menghadirkan tiga orang saksi yakni, Mantan Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Kabupaten Kupang, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi NTT dan Pejabat dari Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT. Namun, ketiga saksi tersebut tidak hadir di persidangan sehingga majelis hakim memberi kesempatan kepada tergugat dan tergugat intervensi untuk kembali menghadirkan para saksi pada persidangan lanjutan yang akan digelar Selasa, pekan depan.

Sementara Mulyadi, SH selaku Kuasa Hukum Tergugat Tntervensi PT Garam Indo Nasional (GIN), ketika dimintai komentarnya oleh wartawan menolak memberi keterangan.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top