Daerah

Penunjukan Dokter Yusri D Selan sebagai Kepala Puskesmas (Kapus) Nulle Disoroti Fraksi DPRD TTS

TEROPONGNTT, SOE – Penunjukan dr. Yusri D Selan sebagai Kepala Puskesma (Kapus) Nulle di Kecamatan Amanuban Barat oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten TTS, dr. Irene Ate, mendapat sorotan dari tiga fraksi dalam Sidang Paripurna DPRD TTS yang digelar Selasa (28/5/2019). Sidang paripurna DPRD saat itu beragendakan penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (Lkpj) Bupati TTS.

Dokter Yusri D Selan diketahui baru dua bulan lebih lulus CPNS dan ditunjuk menjadi Kapus Nulle berdasarkan Surat Penunjukan Nomor : Dinkes 07.01.01/2108/V/2019 yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Irene Ate tertanggal 14 Mei 2019.

Seperti diberitakan Terasntt.com, tiga fraksi DPRD TTS yang menyoroti penunjukan dr. Yusri D Selan sebagai Kepala Puskesma (Kapus) Nulle yakni Fraksi Hanura, Fraksi PKB dan Fraksi PKS.  Menurut ketiga fraksi tersebut, apapun alasannya, walau  termasuk  Kadis kesehatan  memiliki hak prerogatif, namun jangan dibuat untuk kepentingan golongan tertentu.

Sementara Fraksi  PKB merasa ada yang luar biasa,  karena usulan awal dr. Yusri D Selan di Puskesmas Fatumnutu, namun setelah diterima lalu dipindahkan ke Puskesmas Nulle karena anak pejabat. Sehingga menjadi pertanyaan, apakah puskesmas lain tidak membutuhkan dokter?.

Fraksi PKB bahkan mendesak agar enam dokter yang sudah ditempatkan, dikembalikan ke tempat semula.

Diberitakan Teropongntt.com sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Irene Ate yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/5/2019), mengatakan, penunjuk dr. Yusri sebagai Kapus Nule berdasarkan pertimbangan yakni dr. Yusri mampu merangkul karena pernah menjadi dokter PTT di Puskesmas Nule.

Dan, dr. Yusri merupakan anak asli TTS yang dinilai mampu untuk menjalankan tugas-tugas sebagai Kepala Puskesmas tanpa ada aspek lain, apalagi dr. Yusri adalah anak kandung Sekda TTS, Marthen Selan, SH.

“Penunjukan dr. Yusri sebagai Kepala Puskesmas Nule berdasarkan penilaian saya bahwa dia bisa merangkul dan punya pengalaman sebagai dokter PTT serta dia adalah anak asli TTS,” sebut dr. Irene.

Irene Ate menuturkan, jika penunjukan dr. Yusri sebagai Kapus Nule karena memang terjadi kekosongan jabatan Kapus di Nule. Dimana, Kepala Puskesmas Nule sebelumnya sudah mengundurkan diri.

Dari sisi pangkat dan jabatan, yang menduduki jabatan Kepala Puskesmas, diakui dr Irene, jika yang sebenarnya adalah Eselon 4, sementara dr. Yusri baru golong IIIB.  Tetapi karena kondisinya di TTS, di hampir seluruh Puskesmas, maka dirinya terpaksa menunjuk dr. Yusri sebagai Kapus Nulle yang merupakan kewenangan Kadis dan belum ada aturan baku untuk itu.

“Kewenangan kadis untuk menunjuk karena belum ada aturan baku yang mengatur tentang penunjukan seseorang untuk menjadi Kadis. Jadi tidak ada masalah,” kata dr. Irene.

Dokter Irene berjanji akan melaporkan hal tersebut kepada Bupati TTS mengenai penunjukan dr. Yusri sebagai Kapus Nule.

“Nanti saya akan laporkan kepada Bapak Bupati TTS,” pungkas dr. Irene saat itu.

(*/PR/Terasntt.com)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top