Daerah

Naik Status Jadi Kopdit Primer Nasional, Ini Langkah Pertama yang Dilakukan Kopdit Swasti Sari

TEROPONGNTT, KUPANG –  Setelah resmi naik status menjadi kopdit primer nasional, langkah pertama yang dilakukan Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari adalah membuka kantor cabang baru di Denpasar, Provinsi Bali. Grand Launching Kantor Cabang Kopdit Swasti Sari Denpasar di Provinsi Bali, direncanakan berlangsung akhir November 2018.

Demikian dikatakan General Manager (GM) Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan saat bertemu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Kosmas Lana, di kantor dinas tersebut, Kamis (15/11/2018). Pada kesempatan ini, Yohanes Sason Helan yang didampingi dua stafnya, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Menteri Koperasi dan UKM RI Nomor : 000334/PAD/Dep.1/XI/ 2018 dan Perubahan Anggaran Dasar (AD) Kopdit Swasti Sari kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Kosmas Lana sebagai laporan, terkait peningkatan status kopdit tersebut menjadi kopdit primer nasional.

Menurut Yohanes Sason Helan, kehadiran Kopdit Swasti Sari di Denpasar mendapat sambutan positif dari masyarakat Provinsi Bali. Buktinya, saat ini sudah ada 300-an warga Bali yang bergabung menjadi anggota Kopdit Swasti Sari meskipun baru satu bulan Kopdit Swasti Sari mulai menapakan kakinya di provinsi pariwisata tersebut.

“Grand Launching Kantor Cabang Kopdit Swasti Sari Denpasar di Provinsi Bali rencananya dilaksanakan akhir November 2018. Kita rencanakan launhingnya dilakukan oleh Gubernur NTT. Walau rencana grand launchingnya akhir november, namun sebenarnya Kopdit Swasti Sari sudah mulai menapakan kakinya di Bali sejak sebulan yang lalu. Sambutan masyarakat Bali sangat positif,” kata Yohanes Sason Helan.

Selain di Denpasar Bali, kata Yohanes Sason Helan, juga sedang dijajaki kemungkinan dibukannya kantor cabang Kopdit Swasti Sari di wilayah Kalimantan dan Sumatera serta Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ini membuktikan kalau Kopdit Swasti Sari memang siap mengabdi kepada masyarakat Indonesia.

“Tujuan utama kita adalah pelayanan. Kopdit Swasti Sari itu punya dua produk yakni produk simpanan dan produk pinjaman. Kopdit Swasti Sari itu berbuat dulu baru omong. Supaya jangan hanya omong doang. Kehadiran Kopdit Swasti Sari sangat direspons di Bali. Itu artinya produk Kopdit Swasti Sari diterima masyarakat Bali,” kata Yohanes Sason Helan.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Kosmas Lana berpesan, agar Kopdit Swasti Sari tetap menjaga nama NTT dalam kiprahnya di luar provinsi ini. Apalagi Bali merupakan provinsi pariwisata. Potensi pariwisata yang dimiliki Nusa Tenggara Timur (NTT) harus dipromosikan pula oleh Kopdit Swasti Sari. (max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top