Daerah

Lurah Bakunase Himbau Warga Kota Kupang Jangan Konsumsi Tempe Hasil Olahan dari Bakunase

TEROPONGNTT, KUPANG — Lurah Bakunase, Rince Kaseh, menghimbau warga Kota Kupang agar untuk sementara jangan mengkomsumsi tempe hasil olahan dari wilayah Bakunase. Pasalnya, air yang digunakan untuk merebus dan mencuci tempe oleh usaha produksi tempe di wilayah tersebut, diambil dari air selokan yang juga digunakan warga untuk mandi dan mencuci pakaian.

Himbauan ini disampaikan Lurah Bakunase, Rince Kaseh kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/5/2019).

Menurut Rince Kaseh, selama ini sudah ada teguran dari berbagai pihak yakni pemerintah kelurahan, Puskesmas Bakunase dan Sat PolPP Kota Kupang. Bahkan, Sat PolPP pernah melakukan pembongkaran kandang babi yang saat itu dibangun di atas selokan air dan kotoran babi langsung dibuang ke selokan yang airnya mengalir dari sawah dan disedot mengunakan selang untuk digunakan dalam produksi tempe.

“Selmat ini saya pernah mengancam untuk melaporkan ke MUI NTT karena warga pengusaha tempe ada yang beragama Muslim.  Karena pengusaha tempe tidak pernah memperhatikan kehalalan tempe yang mereka produksi,” kata Rince Kaseh.

Rince Kaseh juga mengatakan, air selokan dipakai untuk mandi dan cuci, dan banyak warga mengeluh karena terkena penyakit gatal-gatal akibat air tercemar pembuangan limbah tempe serta kotoran hewan.

Beberapa pengusaha tempe yang ditemui di wilayah RT 11 Kelurahan Bakunase, mengakui sudah ada delapan (8) pengusaha tempe yang menghadap Kasad Pol PP Kota Kupang untuk menandatangani pernyataan agar memperhatikan keberasihan dalam usaha produksi tenpe. Para pengusaha tenpe juga mengakui, kalau mereka diberi masa tenggang satu minggu untuk memberbaiki pengelolaan usahanya dan jika tidak diindahkan maka akan diberi tindakan tegas oleh Pol PP Kota Kupang.

Meski demikian, para pengusaha tenpe juga mengeluh, karena mereka sangat susah untuk mengakses air bersih untuk kegiatan prosuksi tempe. Para pengusaha tempe mengaku, hal tersebut merupakan alasan satu-satunya, mengapa mereka terpaksa menggunakan air selokan.

(mer)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top