Daerah

Ini Kata (Plt) Bupati Ende, Djafar Achmad Soal Bongkar Muat Barang Milik PT ORKA

TEROPONGNTT, ENDE — Pemerintah Kabupaten Ende akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan legalitas perizinan dalam kegiatan bongkar muat barang milik PT ORKA, yakni perusahaan yang kini sementara mengerjakan pengeboran panas bumi di Mutubusa, Kecamatan Ndona Timur.

Pernyataan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ende, Djafar Achmad kepada awak media di pelataran DPRD Ende, Selasa (25/6/2019), usai mengikuti sidang paripurna. Djafar Achmad mengatakan, akan memanggil KSOP Ende terkait bongkar muat barang milik PT ORKA  tersebut.

Menurut Djafar Achmad, pihak KSOP harus berkordinasi dengan pemerintah daerah Kabupaten Ende dan isntasi terkait seperti Dinas perhubungan, Dinas pekerjaan umum dan Kantor Perijinan Satap

“Harus koordinasi dengan pemerintah daerah, tetapi ternyata belum ada koordinasi. Ini daerah ada tuanya. Jangan bikin sembarangan di pinggir pantai. Kita akan panggil Sabandar,” kata Djafar Achmad

Sementara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Ende, Kanisius Poto yang dikonfirmasi pertelepon, mengatakan ada perusahan atau pihak ketiga yang selama ini bekerjasama dengan PT ORKA untuk lakukan bongkar muat barang yang belum ada perizinan  yang lengkap sehingga dari pemerintah akan menegakan aturan sesuai perda yang berlaku

“Betul ada perusahan yang bongkar muat barang milik PT ORKA. Saya tidak tahu persis nama perusahan tersebut, intinya belum ada perizinan yang lengkap,” kata Kanisius Poto

Ketika ditanya soal tindak lanjut dari bongkar muat tersebut, Kanisius Poto mengatakan, pihaknya akan berkordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti informasi tersebut dan sesuai aturan yang berlaku.

Secara terpisah ketika dikonfirmasi, Rabu (26/6/2019), Kepala KSOP Ende, Chairuddin mengatakan, bongkar muat barang di Pantai Ende semua sudah melalui prosedur yang benar. Tidak ada pelanggaran, semua bersifat darurat

Ditanya soal kenapa harus bongkar muat barang di pantai dan tidak menggunakan pelabuhan, Chairuddin mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT PELINDO karena barang yang akan dibongkar maupun muat itu berkapasitas besar. Sehingga menjaga keamanan pelabuhan.

(Djolan Rinda)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top