Daerah

Ini Dia… Cara Asyik Salimulloh Tegar Sanubarianto Saat Membawakan Materi Bahasa Indonesia Kepada Para Wartawan di Kupang

TEROPONGNTT, KUPANG – Salimulloh Tegar Sanubarianto, Pengkaji Kebahasaan dan Kesastraan pada Kantor Bahasa Provinsi NTT, ternyata memiliki cara asyik ketika mengajarkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pemberitaan media massa kepada para wartawan. Buktinya, para wartawan tampak bersemangat mengikuti materi yang dibawakan, serta aktif bertanya dan berdiskusi.

Hal ini terlihat ketika Salimulloh Tegar Sanubarianto membawakan materi tentang ‘Kata, Kalimat dan Paragraf’ pada kegiatan ‘Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa’ yang digelar Kantor Bahasa Provinsi NTT di Hotel Amaris Kupang, Rabu (14/8/2019). Kegiatan penyuluhan ini digelar selama empat hari sejak Senin (12/8/2019) dan akan berakhir pada, Kamis (15/8/2019).

Kepiawaian Salimulloh Tegar Sanubarianto dalam membawakan materi penyuluhan ini, mungkin dipengaruhi oleh pengalamannya yang pernah bekerja sebagai editor di majalah Akbar milik Pemkab Tuban selama tahun 2009–2011 dan sebagai editor divisi deteksi di harian Jawa Pos selama tahun 2011-2012, sebelum bergabung di Kantor Bahasa Provinsi NTT sebagai Pengkaji Kebahasaan dan Kesastraan. Mungkin pula karena pengetahuan linguistik terapan yang pernah dipelajarinya ketika kuliah magister (S2) di Universitas Negeri Yogyakarta.

Saat membawakan materinya, Salimulloh Tegar Sanubarianto menyelipkan sedikit canda agar para wartawan sebagai peserta kegiatan merasa tidak bosan dan menjadi tertarik untuk mengikuti dengan serius. Apalagi, materi yang disampaikan atau diajarkan sangat penting artinya bagi para wartawan yang sehari-hari bergelut dengan penggunaan Bahasa Indonesia dalam penulisan berita.

Contoh-contoh kata, kalimat dan paragraph yang disampaikan untuk dibahas pun, dimbil dari kata-kata yang sederhana, menarik dan mudah dipahami. Bahkan di akhir penyampaian materinya, para wartawan diminta menyebutkan masing-masing satu kata yang memiliki keterkaitan arti untuk menjadi sebuah kalimat dan paragrap, tetapi dikemas dalam bentuk permainan atau games. Padahal sesungguhnya, rangkaian kata yang kemudian menjadi kalimat dan paragraf itu, adalah contoh bagaimana membuat kalimat dan paragraf dari susunan kata-kata yang baik dan benar serta tepat.

Selain Salimulloh Tegar Sanubarianto, pemateri lain pada hari ketiga kegiatan ‘Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Massa’ ini adalah Dr. Arie Andrasyah Isa, S.S., M.Hum selaku salah satu pejabat dari Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud RI.

(max/#kantorbahasantt)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top