Daerah

Henry Indraguna : Wartawan Yang Keliru Menulis Berita Telah Meminta Maaf

# Tim Kuasa Hukum PT Puncak Keemasan Garam Dunia (PKGD) Tidak Pernah Mengecam Gubernur NTT
TEROPONGNTT, KUPANG – Tim Kuasa Hukum PT Puncak Keemasan Garam Dunia (PKGD), Henry Indraguna dan rekan menyatakan, wartawan salah satu media yang merilis berita bahwa Tim Kuasa Hukum PT PKGD mengecam Gubernur NTT, telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakui kesalahan atau kekeliruannya.

Penjelasan Tim Kuasa Hukum PT Puncak Keemasan Garam Dunia (PKGD) ini disampaikan melalui press release-nya yang diterima redaksi Teropongntt.com, Selasa (30/10/2018). PT Puncak Keemasan Garam Dunia (PKGD) adalah perusahaan yang mengakuisisi asset PT Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS)

Dalam press release disebutkan, dalam jumpa pers yang digelar Selasa (23/10/2018) lalu, Henry Indraguna selaku kuasa hukum PT PKGD  hanya menjelaskan kepada awak media terkait PT. GIN yang sudah melakukan aktivitas produksi garam dan telah melakukan panen perdana.

Dimana, saat menjelaskan hal tersebut, Henry Indraguna hanya menunjukan foto panen perdana PT. GIN yang juga dihadiri Gubernur NTT, Viktor B Laiskodat. Bahkan, dalam penjelasannya, dirinya sama sekali tidak menjelaskan tentang kecaman terhadap Gubernur NTT.

“Hal tersebut dapat kami buktikan melalui press realees yang kami bagikan kepada wartawan, tidak ada satu katapun pernyataan yang menyebut bahwa kami mengecam gubernur. Selain itu dapat juga kami buktikan bahwa semua isi berita di media kupang semuanya sama yaitu tidak ada kata mengecam gubernur,” tulis Tim Kuasa Hukum PT PKGD.

Namun, ada satu media yang keliru dalam merilis beritanya dan telah meminta maaf kepada Tim Kuasa Hukum PT PKGD. Media tersebut telah mengakui bahwa wartawannya bersalah karena memuat berita yang seolah-olah mengadu domba antara PT. Puncak Keemasan Garam Dunia (PKGD) dengan gubernur.

Wartawan yang menulis berita itu, menurut Tim Kuasa Hukum PT.PKGD, telah berjanji untuk mengganti informasi yang dibuat dan berita tersebut juga telah diganti. Oleh karena itu kuasa hukum PT. PKGD meminta kepada Yang Maha Kuasa untuk membuka kembali link berita tersebut untuk membuktikan ada atau tidaknya pernyataan yang mengecam gubernur.

“Perlu diingat bahwa kami tidak pernah mengecam gubernur tapi kami hanya mempertayakan, hanya mempertanyakan saja,” tulis tim kuasa hukum PT. PKGD. (*/max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top