Daerah

Fraksi Partai Golkar Soroti Pembangunan IGD RSU WZ Johannes Dalam Pandangan Umumnya

TEROPONGNTT, KUPANG – Fraksi Partai Golkar menyoroti keterlambatan penyelesaian fisik bangunan dan indikasi kerugian Negara atas pembangunan sarana NTT Fair, Monumen Pancasila dan bangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Prof Dr Wz Johannes Kupang, dalam pemandangan umum fraksinya pada Sidang paripurna DPRD NTT yang digelar, Selasa (11/6/2019).

Sidang paripurna DPRD NTT dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi ini dipimpin Wakil Ketua DPRD NTT, Gabriel Beri Binna , didampingi Ketua DPRD NTT, H. Anwar Pua Geno , Wakil Ketua, Yunus Takandewa  dan Wakil Ketua, Alex Ofong. Sementara pihak pemerintah dihadiri Sekda NTT, Ben Polo Maing dan para pimpinan OPD Lingkup Pemprov NTT.

Dalam pemandangan umumnya, Fraksi Partai Golkar menyinggung ketiga proyek bangunan yang kini sedang dalam proses penyelidikan dan penyidikan oleh aparat penegak hukum tersebut.

Fraksi Partai Golkar menyoroti sembilan poin penting dalam pemandangan umumnya dalam siding paripurna DPRD NTT kali ini. Sementara keterlambatan penyelesaian fisik bangunan dan indikasi kerugian Negara atas pembangunan sarana NTT Fair, Monumen Pancasila dan bangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Prof Dr Wz Johannes Kupang, masuk dalam poin keempat yang disoroti Fraksi Partai Golkar.

Fraksi Partai Golkar juga menyampaikan, laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK menggariskan bahwa tindak lanjut atas rekomendasi BPK disampaikan selambat-lambatnya 60 hari setelah LHP diterima. Untuk itu, Fraksi Partai Golkar meminta pemerintah daerah agar arif menyikapinya sehingga menjamin asas akuntabilitas administrasi, akuntabilitas hukum, akuntabilitas public dan akuntabilitas politik.

(max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top