Daerah

Flores dan Sumba Masih Kekurangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

TEROPONGNTT, TAMBOLAKA —  Ada 12 Bank Perkreditas Rakyat (BPR) yang beroperasi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan enam BPR diantaranya berada di Kota Kupang. Sementara dua BPR ada di Atambua-Kabupaten Belu, satu BPR di Ende dan satu BPR di Ruteng, satu BPR di Waingapu dan satu BPR lagi di TTS.

Demikian dikatakan Wakil Pemimpin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan NTT, I Wayan Sadyana saat membuka kegiatan Media Gathering OJK Perwakilan NTT di Ella Hotel Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SDB), Kamis (1/11/2018). Kegiatan media gathering dengan tema “Perkembangan Industri Jasa Keuangan Provinsi NTT Serta Pengenalan Fintech (Peer to Peer Lending) dan Pegadaian Swasta” ini diikuti 25 wartawan dari berbagai media cetak, elektronik (TV dan Radio) serta media online.

Menurut I Wayan Sadyana, jumlah BPR di wilayah Provinsi NTT masih sedikit terutama di wilayah pulau Flores dan pulau Sumba. Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak  investor untuk membuka Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) baru di wilayah Provinsi NTT. Sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan dana untuk memulai usaha produktif.

“Peluang untuk membuka BPR di wilayah NTT masih terbuka terutama di wilayah Pulau Flores dan Sumba. Karena jaringan kantor bank umum juga belum menjangkau wilayah pedesaan bahkan juga kecamatan,” kata I Wayan Sadyana.

I Wayan Sadyana menambahkan, untuk membuka atau mendirikan BPR tidak membutuhkan dana yang terlalu besar. Cukup dengan modal Rp 500 juta sudah bisa mendirikan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Karena itu, I Wayan Sadyana berharap, ada investor yang mau membuka BPR baru di wilayah NTT sehingga memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pinjaman dana untuk memulai usaha demi peningkatan ekonomi keluarga. (max)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top