Daerah

Dukung Perpanjangan Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Sepuluh Ahli Waris Serahkan Tanah

TEROPONGNTT, ENDE —  Untuk mendukung pemerintah, sepuluh ahli waris pemilik tanah yang berada dalam areal proyek pengembangan perpanjangan runway Bandar Udara (Bandara) H. Hasan Aroebusman Ende menyerahkan tanah dan menerima uang ganti rugi atas lahan beserta bangunan dan isinya kepada Kementerian Perhubungan RI.

Uang ganti rugi ditransfer langsung ke nomor rekening masing-masing pemilik lahan yang dibebaskan, dengan nominal anatar  Rp 1 miliar hingga terendah Rp 100 juta .

Hal itu ditandai dengan penandatanganan serah terima pelepasan hak atas kepemilikan tanah kepada pihak pemerintah melalui Kepala Bandara Udara H.Hasan Aroebusman Ende, Fuatdani. Acara penandatangan pelepasan hak atas kepemilikan tanah,  berlangsung  di ruangan VVIP Bandara  H.Hasan Aroebusman Ende, Jumat (30/11/2018).

Kepala Bandara Haji Hasan Aroebusman Ende, Fuatdani, kepada wartawan mengatakan, dilakukannya penandatanganan pelepasan hak atas kepemilikan lahan di wilayah kelurahan tetandara, setelah melakukan proses panjang. Dimana, pihak bandara dan tim pembebasan lahan terlebih dahulu melakukan sosialisasi dan pendekatan dengan masyarakat bersama Pemerintah Daerah.

Setelah itu, kata Fuatdani , pihaknya bersama pemerintah daerah mengajukan proposal kepada pemerintah pusat guna mendukung annggaran sebesar Rp 15 miliar sebagai ganti rugi lahan dan bangunan serta tanaman .

Untuk mengetahui berapa besar uang ganti rugi yang diterima warga, tim pembebasan lahan yang terdiri dari Kejaksaan Negeri Ende, Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan  Pemerintah Kabupaten Ende, mendatangkan Tim Appresal dari Kupang guna menghitung berapa nilai rumah dan tanah yang akan diganti rugi.

“Setelah melakukan penilaian dan penijauan lapangan, tim Appresal menentukan besaran uang ganti rugi yang layak diterima warga. Dari hasil itu, dikirim ke Kementerian Perhubungan RI untuk mentransfer uang ke nomor rekening 10 warga yang menyetujui besaran ganti rugi lahan dan bangunan,”ujarnya.

Meski begitu, Fuatdani  mengatakan, di lokasi perpanjangan runway bandara terdapat 21 pemilik tanah dan bangunan terkena dampak dari perpanjangan Runway tersebut. Dari jumlah tersebut, tersisa 11 ahli waris yang belum menyepakati soal besaran anggaran ganti rugi.

Untuk itu, kata Fuatdani, pihaknya berharap dalam waktu dekat ini pihak pemerintah Kabupaten Ende bisa melakukan pendekatan dengan 11 orang ahli waris pemilik tanah tersebut.

“Sedangkan uang ganti rugi untuk 11 KK jika belum ada kata sepakat, kami titipkan di Pengadilan Negeri Ende selama 6 bulan, dan memberikan kesempatan kepada pemilik lahan untuk menggugat,” kata Fuatdani.

Camat Ende Selatan, Mohammad Sahap mengatakan, dengan perpanjangan landasan pacu Bandara H. Hasan Aroebusman Ende, tentu mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kabupaten Ende.

Wenslaus Mbani, salah seorang ahli waris yang menerima uang ganti rugi, berharap agar 10 KK yang mendapatkan uang ganti rugi lahan dan bangunan bisa menggunakan uang sebaik mungkin.

Sementara Tarsianus Turu, yang juga ali waris berpendapat, setelah menerima uang ganti rugi dan penandatanganan pelepasan hak kepemilikan lahan, pihaknya siap menghadapi proses hukum jika kemudian hari menghalangi proses pembangunan perpanjangan Runway Bandara tersebut.

Secara terpisa Kepala BPN Ende, Santoso mengatakan pihaknya siap memproses sertifikat tanah yang sudah diserahkan ke Bandara H. Hasan Aroebusman Ende Ende. (Djolan Rinda)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top