Daerah

DPRD Kabupaten Kupang Dukung Kehadiran PT. PKGD

TEROPONGNTT, BAUBAU — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang mendukung penuh kehadiran PT. Puncak Keemasan Garam Dunia (PKGD), yang dalam halini telah mengambil alih kepemilikan PT. Panggung Guna Ganda Semesta (PGGS), untuk melakukan investasi tambak garam di wilayah Kabupaten Kupang.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Johanis Mase, saat memberikan arahan kepada masyarakat Babau, pada sosialisasi pembukaan jalan industri menuju HGU tambak garam milik PT. PKGD di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Sabtu (8/12/2018).

“Tetapi, kalau ada investor yang bekerja tanpa izin, saya lawan dia. Jangan sampai main kong kaling kong dengan pemerintah,” tegas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Johanis Mase.

Sosialisasi tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Johanis Mase, delegasi PT. PKGD, Hary dan Roni, delegasi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kupang, Herman Oematan, Lurah Babau, Robyanto Meok, dan masyarakat pemilik lahan.

Dalam sosialisasi itu, Johanis Mase mengatakan, pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) sebesar Rp 800 juta atas lahan HGU oleh PT.PKGD adalah bentuk keseriusan perusahaan tersebut untuk melakukan investasi tambak garam di Kabupaten Kupang.

Ia optmis, dengan hadirnya industri garam di Kabupaten Kupang,maka kehidupan masyarakat akan lebih membaik lagi. “DPRD Kabupaten Kupang jelas mendukung kehadiran PT. PKGD. Karena dengan pajak yang dia bayar gaji DPRD juga akan naik. Kami digaji dari pajak yang masyarakat bayar itu,” pungkasnya.

Karena itu, ia tegaskan, tidak ada asalan lagi dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Kupang untuk tidak mengeluarkan izin operasional, seperti UKL-UPL dan analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) kepada PT. PKGD.

“Kita semua bersatu, dan bersaudara. Marilah kita saling merangkul untuk membangun Kabupaten Kupang ke arah lebih baik,” ajak Mase.

Pada kesempatan yang sama, Lurah Babau, Robyanto  Meok dalam sosialisasi tersebut mengucapkan terima kasih atas kehadiran PT. PKGD yang mau berinvestasi tambak garam di  Kabupaten Kupang.

Ia juga berterima kasih kepada PT. PKGD yang telah membangun jalan tani sepanjang 3000 meter, 9 dekker dan saluran sepanjang 150 meter diwilayah kerjanya.

“Kita akhir pro dan kontra terkait pembangunan jalan tani di Babau selama ini. Dan’ marilah kita sama-sama membangun Babau ke arah lebih baik. Ini adalah sebuah investasi untuk kesejahteraan masyarakat kedepan,”imbuhnya.

Herman Oematan, Perwakilan Kantor Badan Pertanahan Nasional(BPN) Kabupaten Kupang saat memberi penjelasan terkait syarat –syarat pembebasan lahan dalam sosialisasi pembukaan jalan industri di Kantor Lurah Babau, KecamatanKupang Timur, Kabupaten Kupang, Satu (8/12/2018)

Herman Oematan, yang mewakili Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kupang pada sosialisasi itu menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat dan PT. PKGD untuk menggunakan pola apa saja saat melakukan penyerahan lahan untuk jalan industri yang akan dibangun nanti, apakah hak pakai, jual beli, pelepasan hak,  bagi hasil atau akta jual beli.

Ia sarankan, kalau bisa  menggunakan pola pelepasan hak saja. Kalau menggunakan pola pelepasan hak,  maka dengan sendirinya  sertifikat hak milik itu mati atau tidak berlaku lagi karena sudah dilepaskan kepada pihak lain.  Semua hak, termasuk HGU, HGE, dan hak milik kalau sudah dilepaskan maka statusnya menjadi tanah negara, jelas dia.

Pelepasan hak itu, lanjut Herman,  bisa dilakukan di notaris, camat, dan bisa juga langsung dengan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kupang. Dengan pelepasan hak, maka tanah itu otomatis menjadi tanah hak milik negara. Tinggal perusahaan mengajukan permohonan untuk hak apa, misalnya kalau untuk jalan tani, maka cukup menggunakan hak pakai saja.

Ia juga menyarankan, dalam permohonan nanti sebaiknya perusahaan mengajukan satu sertifikat saja dalam bentuk jalan dengan menggunakan hak pakai sesuai jangka waktu yang disepakati.

Kuncinya, menurut dia, bereskan dulu pembicaraannya antara masyarakat dengan PT. PKGD baru BPN turun melakukan pemecahan sertifikat denganbiaya disesuaikan dengan luas lahan yang ada.

Kepada investor, ia juga menyarankan,  kalau sudah ada kesepakatan bersama dengan masyarakat, walaupun statusnya jalan industri, tetapi diharapkan jalan yang dibangun nanti  tidak perlu dibangunkan pagar tembok kiri dan kanan sisi jalan.

Hary, Perwakilan PT. PKGD saat memberikan sosialisasi jalan industi di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu(8/12/2018)

Hary, perwakilan dari PT. PKGD saat memaparkan materi sosialisasinya menawarkan empat sistem kompensasi kepada masyarakat pemilik lahan yang dilintasi jalan industri yang akan dibangunnya itu nanti, yakni sewapakai, ganti rugi, tukar guling, dan sistem bagi hasil.

“Kami mohon dukungan masyarakat, terutama para pemilik lahan dan pemerintah setempat agar rencana  membuka jalan industri ini segera terlaksana. Soal harga nanti kita sepakati bersama.Kita berharap, kesepakatannya dengan pola sistem ganti rugi atau tukar guling.Sebab,  kalau menggunakan sistem sewapakai harus membutuhkan jangka waktu panjang. Misalnya, jangka waktu 30 tahun ke depan, dan setelah habis waktunya harus ada negoisasi lagi. Jadi, sebaiknya dalam bentuk ganti rugi atau tukar guling saja,” tawar Hary.

Ia berjanji, jalan industri yang dibangun itu nanti  juga dimanfaatkan oleh masyarakat setempat tanpa menggunakan tembok pada bagian kiri dan kanan sisi jalan. Rencana pembukaan akses jalan industri ke lokasi tambak garam PT. PKGD itu, menurut dia, saat dikonsultasikan dengan lurah setempat mendukung respon positif.

Hal senada juga disampaikan Rony, perwakilan PT. PKGD yang meminta kepada para pemilik lahan sepanjang jalur jalan industri itu, agar jalannya tidak boleh lekuk –lekuk.

“Kalau bisa kita minta jalannya lurus saja, dan tidak boleh lekuk-lekuk. Karena kendaraan yang melintasi di situ nanti adalah kendaraan-kendaraan berukuran besar, seperti countainer panjang dan sebagainya. (*/nttpembaruan.com)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top