Daerah

Dinas Peternakan TTS Bakal Bangun Resort Petenakan Babi di Tiap Kecamatan

TEROPONGNTT, SOE — Menyambut program Bupati TTS dalam peningkatan ekonomi masyarakat di bidang peternakan, Dinas Peternakan Kabupaten TTS berencana membentuk pusat pembibitan babi dan penyediaan pakan ternak serta penggemukan babi di setiap kecamatan. Tujuannya, untuk membantu masyarakat desa dalam pengembangan ternak babi.

Hal tersebut dikatakan Kadis Peternakan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), drh. Benyamim Billi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/5/2019).

Menurut Billi, penyiadaan bibit babi dan pakan ternak serta penggemukan babi di setiap kecamatan akan terlaksana pada tahun 2020 mendatang mengingat permintaan babi yang begitu banyak baik dari rumah makan maupun urusan adat lainnya sehingga harga jual babi dipasaran meningkat tajam.

Dinas Peternakan TTS, demikian Billi, perlu melakukan terobosan dengan pola baru, dengan menggerakan dokter-dokter hewan dan tenaga peternakan yang ada di setiap kecamatan untuk berada dan mengawasi peternakan babi di resort atau tingkat kecamatan.

“Kita akan rubah pola dengan tidak lagi memberikan bantuan babi dengan sistem hibah tetapi dengan membuka resort peternakan babi baik babi bibit, penggemukan babi maupun menyiapkan pakan ternak agar masyarakat desa dengan adanya dana desa setiap desa wajib membeli bibit babi, pakan ternak dan babi hasil penggemukan di resort yang disiap pemerintah,”kata Billi.

Untuk pakan ternak, lanjut Bili, akan disiapkan oleh dinas peternakan di pusat penggemukan dan pembibitan babi di kecamatan atau resort. Sehingga masyarakat tidak lagi mendatangkan pakan dari luar tetapi bisa dibeli di resort disamping harganya murah dan bisa dijangkau oleh peternak babi atau kelompok peternak babi di desa-desa.

Pemerintah Kabupaten TTS, tambah Billi, akan mewajibkan setiap desa di seluruh TTS untuk beternak babi minimal setiap desa 10 ekor babi yang didapat dari pusat pembibitan babi yang ada di kecamatan dengan menggunakan dana desa.

“Jadi nanti kita akan mewajibkan setiap desa membeli babi di pusat pembibitan babi dan penggemukan yang ada di kecamatan dengan dana desa yang sudah tersedia,” tegas Billi.

(PR)

 

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top