Daerah

Anggota DPRD Kabupaten TTS “Adili” Bupati Tahun

TEROPONGNTT, SOE — Sidang paripurna DPRD Kabupaten TTS dengan agenda penyampaian dan pembahasan LKPJ kepala daerah tahun 2018, Jumat (24/5/2019), berjalan cukup alot dan panas. Pasalnya, Anggota DPRD Kabupaten TTS, Uksam Selan mengeluarkan unek-uneknya kepada Bupati TTS, Egusem Piether Tahun yang sudah dipendam cukup lama.

Anggota DPRD Kabupaten TTS, Uksam Selan mempertanyakan kebijakan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun, yang sudah melakukan beberapa kali penyempurnaan tanpa adanya pembahasan dengan DPRD Kabupaten TTS. Selain itu, Uksam juga menyinggung statement Bupati Tahun dalam beberapa kesempatan yang menyebut tidak membutuhkan DPRD Kabupaten TTS.

Dengan demikian, Uksam Selan mempersilakan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun untuk mengesahkan RPJMD-nya dengan menggunakan Perbup tanpa harus melalui pembahasan dengan DPRD Kabupaten TTS.

Tak sampai disitu, Uksam juga menyebut pemerintahan Tahun-Konay berjalan di luar rel karena belum ditetapkan RPJMD atau visi misi, namun sejumlah item kegiatan sudah berjalan.

Uksam juga menyinggung statment Bupati Tahun yang menyebut, jika ijazah Anggota DPRD Kabupaten TTS banyak yang ijazah persamaan. Bahkan Bupati Tahun, demikian Uksam, menganalogikan posisi legislatif dan eksekutif seperti kursi di pesawat, dimana di pesawat hanya ada kursi eksekutif sedangkan kursi legislatif tidak ada.

Uksam sangat prihatin dengan statment-statment tersebut karena DPRD sebagai lembaga pemerintah sama sekali  tidak dianggap oleh Bupati TTS, Egusem Piether Tahun.

Uksam Selan juga menilai Bupati Tahun terus menyudutkan posisi DPRD dalam berbagai kesempatan, baik acara syukuran, duka maupun apel dengan ASN. Jika memang DPRD tidak diperlukan Uksam menyarankan Bupati Tahun mengesahkan RPJMD-nya dengan Perbup agar lebih cepat.

“Saya minta Pak Bupati klarifikasi hal tersebut. Jika memang mengakui salah, saya minta Bupati Tahun harus meminta maaf secara resmi dalam sidang paripurna. Karena ini sudah menyebut lembaga bukan hanya oknum anggota DPRD saja,” pinta Uksam dengan nada tegas.

Namun sayangnya, saat diberikan kesempatan menjawab pertanyaan Anggota DPRD Kabupaten TTS, Uksam Selan, Bupati TTS, Egusem Piether Tahun (Bupati Tahun) enggan untuk menjawab bahkan sebagian pertanyaan di lempar kepada Sekda TTS untuk menjawab. Pertanyaan terkait sudah berapa kali penyempurnaan anggaran dilakukan dan  untuk item kegiatan apa, Bupati Tahun menyerahkan kepada  Sekda TTS untuk menjawab.

Terkait klarifikasi statmentnya di acara syukuran dan duka yang bernada menyudutkan DPRD, Bupati Tahun menyebutnya sebagai dinamika politik. Namun dirinya enggan memberikan klarifikasi dalam sidang tersebut. Ia memilih membicarakan hal tersebut setelah sidang.

“Soal penyempurnaan nanti Pak Sekda yang jelaskan. Kalau soal sambutan di acara syukuran dan duka nanti setelah sidang baru kita bicara plus minusnya,” jawab Bupati Tahun.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten TTS yang juga Ketua DPC Hanura Kabupaten TTS, Marthen Tualaka, menyoroti pemindahan 6 dokter CPNS dimana tiga di antaranya berstatus anak pejabat. Dalam siding tersebut, Marthen Tualaka juga menyoroti dokter Yusri Selan yang berstatus CPNS dan notabenenya anak Sekda TTS yang diangkat menjadi Plt Kepala Puskesmas Nule.

Menurut Marthen Tualaka, kebijakan untuk memindahkan tenaga dokter CPNS dan mengangkat dokter yang masih berstatus CPNS menjadi kepala puskesmas yang belum memenuhi syarat struktur dan fungsional sebagai suatu penyimpangan.

Marthen mengingatkan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun untuk profesional dalam pengelolaan birokrasi di Kabupaten TTS. Jangan sampai hanya karena kepentingan anak-anak pejabat lalu regulasi dikangkangi. Tetapi jika menyangkut masyarakat kecil yang jauh dari kekuasaan regulasi ditegakkan.

“Kalau aturan mengamanatkan harus 100 persen dan golongan sekian persen baru dipindahkan harus ditaati aturannya. Demikian sewajarnya dalam mengelola demokrasi di daerah ini. Jangan sampai muncul images negatif masyarakat terhadap pemerintah,” sorot Marthen Tualaka.

Untuk diketahui belum sempat Sekda TTS Marthen Selan menjelaskan terkait penyempurnaan dan rasionalisasi anggaran, sidang sudah lebih dahulu diskors hingga hari Senin mendatang. Karena pada saat yang sama, DPRD dan Bupati TTS diundang untuk mengikuti acara peresmian gereja di Pope.

(PR)

Komentar Anda?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top